Cinta sejati dan bintang
August 20, 2007
-sebuah cerita hari libur (010607) untuk YUS-
Tadi pagi, seorang teman mengirimkan pesan. Awalnya, dia hanya menanyakan kabar, tapi di ujungnya sebuah pertanyaan terlontar, “Apa sih artinya cinta sejati?”
Sontak saja, gw kaget. Hihihi. Seperti mimpi rasanya. Baru bangun dari tidur, nyalain hp, n mendapat sms seperti itu. *tough question, bo’*
Seandainya saja yang mengirim itu ‘seseorang’ yang gw suka, pasti gw pun akan menjawab bahwa cinta sejati itu seperti cinta gw padanya. Hahaha. Gombal euy.
Unfortunately, yang mengirim pesan itu hanyalah seorang teman. Teman yang beberapa lalu pernah dekat dengan gw dan yang mungkin saja bisa menjadi lebih dari sekedar teman *masa sih :p*
Ibarat mimpi juga, gw pun menjawabnya.
Bahwa cinta sejati itu adalah cinta tanpa syarat.
Bahwa seseorang yang memiliki cinta sejati akan melakukan yang terbaik untuk orang lain tanpa pamrih.
Bahwa dia akan mencintai orang lain dengan tulus, tanpa melihat keberadaan orang itu, apakah dia kaya, cakep, dan lain-lain.
Bahwa jika seseorang memiliki cinta sejati maka ia akan menerima orang lain apa adanya dan berani menghadapi resiko atas pilihan cintanya itu.
Hm, benar ga sih? Jujur. Gw pribadi juga ga tahu apakah itu benar.
Kalimat-kalimat itulah yang tiba-tiba terlintas di pikiran.
Padahal, gw sendiri masih mencari arti dari ‘cinta’ itu. Hi3. Sok tau ya :p
Weks. Pertanyaan tentang ‘cinta sejati’ ini mengingatkan gw tentang ‘bintang’. Sebuah kiasan kata yang sering gw gunakan untuk menggambarkan ‘sosok seseorang yang gw damba’. *masih inget ma cerita tentang ‘Bintang dan Dunia’ kan, Yus? Hi3*
Apakah ‘bintang’ merupakan ‘cinta’ yang gw cari? Gw ga tahu.
Gw mengenal ‘bintang’ sudah lama. Sempat terpisah, kemudian bertemu lagi.
Awalnya, perasaan gw biasa saja. Hingga akhirnya gw merasakan suatu ‘perasaan aneh’ terhadap dirinya.
I dunno. Feels like I have butterfly in my stomach whenever I meet him. I guess I like him. *I am!!!!! :p*
Gw berharap ia merupakan ‘cinta’ yang selama ini gw cari. Mungkin yang terakhir *ngarep boleh kan? Hi3.*
Tapi lama kelamaan, sepertinya harapan gw hanyalah harapan belaka. Ia tampak jauh. Entah kenapa, semakin lama hubungan kami menjadi kaku.
Mungkin ia ga menyukai gw sebagaimana gw menyukainya. Gw hanyalah seorang teman bagi dirinya. *hiks, kasian deh gw*
Sejujurnya, gw takut kehilangan ‘bintang’.
Apakah ‘bintang-gw’ akan seperti bintang di langit? Yang hanya bisa gw kagumi dari jauh?
Jika memang harus begini, though it hurts, I will accept it. *hibur gw dong, Yus!! ;)*
Tapi gw pengen berteman dengan ‘bintang’ kembali, gw ga ingin hubungan gw dan dia semakin kaku. Gw kudu ngapain dong? Anybody can help me? Hi3 *u are going to help me, rite, Yus? :p*
August 21st, 2007 at 3:58 am
read “Gapai Sebuah Bintang
in my blog betz..”