Hmm, ternyata topik yang ini ga bosen2nya dibahas. Malah semakin lama semakin menarik untuk dibahas.
Kelihatannya sih ‘sayang, cinta, jomblo, pacaran ataupun merit’ itu simple, sederhana,, tapi ternyata ga juga! Ga semudah mengucapkannya, malah kl gw boleh bilang,, it’s so complicated, karena banyak hal yang akhirnya ikutan berkelindan di dalamnya.

Sayang atau cinta..
Menurut KBBI [Kamus Besar Bahasa Indonesia], ‘sayang’ berarti cinta (kpd), dan ‘cinta’ berarti sayang benar. Wah, ternyata arti ‘sayang’ dan ‘cinta’ itu beti! BEDA TIPIS *hehe* Pada intinya sih sama, tapi kl dilihat dr tingkatannya, ‘cinta’ itu di atas ‘sayang’. Hm, jd ngerti gw ;)
Well, dua perasaan ini begitu mudah untuk timbul dan hilang, tergantung dari kadarnya. Apakah benar memang sayang/cinta atau itu hanya sekedar rasa yang timbul di kala rasa sepi mendera? *numb*
Panggilan ‘sayang/cinta’ pun begitu mudah diucapkan, sampai akhirnya gw merasa panggilan tersebut sudah tidak ada artinya lagi… meaningless,, hanya sekedar kata-kata
Namun, entah mengapa,, walaupun rasa sayang/cinta ini dengan begitu mudahnya dapat timbul, namun ia tidak diiringi dengan kemudahan untuk mengungkapkan. Setidaknya untuk beberapa orang *sapa ya salah satunya?? ‘’)*
Banyak orang bilang bahwa jika kamu menyukai seseorang, ya kamu harus mengatakannya, who knows that other person likes u too*wink wink* Sbnrnya sih, daripada penasaran.. ya bilang aja,,, syukur2 dia memiliki perasaan yang sama,, ya kalo tdk plg ditolak! Hahaha. Easy to say, tp utk dilakuin, wih BERAT bo’!

Kadang kala rasa sayang atau cinta ini pun tidak mengenal logika. Mungkin inilah alasan mengapa ada pepatah “cinta yang terlarang” atau “cinta buta”. Bisa timbul kapan saja, dimana saja dan untuk siapa saja. Tidak peduli siapa dia atau seorang apa dia. Bahkan kadang rela untuk melakukan atau memberikan apa saja. Kalau udh begini, biasanya urusannya jd GAWAT! *sigh*

Kadang kita juga susah untuk beranjak dari cinta di masa lalu. Entah mengapa. Apakah karena terperangkap dalam kenangan masa lalu? Begitu dalamnya kah cinta itu? Atau sudah begitu jauhkah perjalanan cinta itu? Apakah sudah tidak ada yang lain? Atau mungkin saja timbul rasa tidak berani untuk mencoba dengan yang lain? Seperti tidak percaya diri? Hm, tidak tahu.

Jomblo,,
Bagaimana dengan kata yang satu ini? Sebuah label yang diberikan bagi seseorang yang sedang tidak berhubungan dengan orang lain.

Banyak orang takut untuk mendapatkan label yang satu ini. Mungkin takut dibilang tidak laku, yang akhirnya mengarah kepada fisik. Aih, cape deh!
Padahal bagi sebagian orang, menjadi JOMBLOer bukan berarti ‘the end of the world’. Banyak hal yang ada pada diri sendiri yang bisa dikembangkan,, dimaksimalkan.
Bisa berteman dengan siapa saja, pergi kemana saja. Dan terutama, MENJADI DIRI SENDIRI!

Pacaran,,
Dengan kata lain mempunyai pacar. Hm, asik. Punya seseorang yang diharapkan untuk senantiasa berada di sisi. Tempat curhat. Kl Tommy Page bilang sih, “a shoulder to cry on” *so sweet :D*

Banyak orang pun berlomba-lomba untuk segera mendapatkan pasangan. Salah satu alasannya sih supaya tidak menjadi bagian dari JOMBLOers. Dengan mudahnya menjalin hubungan, kemudian dengan mudahnya juga memutuskan hubungan itu. Akhirnya hubungan itu pun tidak bermakna. Hanya sebagai status dan mungkin ajang utk memecahkan rekor ‘sapa yang memiliki pacar terbanyak’! *hihi*

Merit,,
Ada orang yang memilih untuk menikah. Ada juga yang memilih untuk tidak menikah. Setiap orang memiliki alasan masing-masing. Apapun alasannya harus dihargai.

Gw kagum dengan orang2 yang memutuskan untuk merit, karena menurut gw, merit itu membutuhkan suatu keberanian yang luar biasa. Persiapan mental yang kuat.

Bukan sekedar pemikiran bahwa laki-laki dan perempuan akan bersatu dalam suatu mahligai perkawinan. Tidak segampang itu.
Dasar keputusan untuk merit pun harus kuat. Bukan karena sedang patah hati, tuntutan keluarga untuk segera menikah, jam biologis yang terus berdetak, emosi sesaat, apalagi takut dicap ‘perjaka atau perawan tua’.
Merit butuh lebih dari itu. Bukan hanya cinta semata, karena pada akhirnya membutuhkan juga yang lain. Kompromi. Tidak ada ego. Penguasaan diri.

—-

Yang jelas, status apapun yang sedang kita miliki saat ini, kita harus menikmatinya. Setiap status mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing.
Saat kita jomblo, memang kita tidak bisa menikmati saat-saat sedang berpacaran. Begitu juga sebaliknya, saat kita berpacaran, ada saat-saat jomblo yang tidak bisa kita nikmati. Bahkan saat merit, mungkin kita merindukan saat-saat sedang sendiri. Hihi. Memang, manusia banyak tidak puasnya.

Perasaan sayang/cinta itu pun tidak bisa dipaksakan. Mo seberapa banyak seseorang dikenalkan ke orang lain, atau dijodohin, tapi kl memang tidak ada rasa, ya tidak akan bisa. Sebagaimana yang diucapkan oleh seseorang ke gw *ayo sapa?? :D*
Tapi kl tiba2 dia kenal ato ngeliat seseorang n berkata kepada dirinya sendiri [& Tuhan] bahwa dia akan menghabiskan hidupnya bersama dengan perempuan itu,, jangan heran!
Hehe. That’s right! Karena yang merasakan itu adalah diri kita sendiri, jadi yang tahu siapa yang tepat untuk diri kita, ya KITA SENDIRI! *gw setuju!! :D*

Gw berdiskusi dengan seseorang tentang menjalani hubungan serius. Bagi gw, sebuah hubungan serius baru bisa dijalani apabila masing-masing pihak sudah mengenal dirinya masing-masing. Bukan sekedar menjalani apa yang di depan mata. Tapi itu semua tergantung sama tujuannya sih. Kalau memang tujuannya serius untuk saat tertentu ya mungkin saja. Tapi kl untuk sampai akhir,, it needs more than that! *nah lo,, apa tanggapan elo skrg? :p*

Sudahlah. Biarkan masing-masing orang berkembang dengan pemikiran dan pilihannya masing-masing. Tapi jangan lupa untuk bertanggung jawab dengan semuanya itu 

5 Responses to “Sayang?Cinta?Jomblo?Pacaran?Merit? *just a thought*”

  1.   Melda Lamtiur said:

    cie… panjang amat niy. he5.
    betul, neng! topik jenis ini emang kaga bosen2 kalo dibicarain.
    tapi kalo menurut gw, hmm… bawa asik aja… misalnya lagi ada pacar, ya kita porotin, he5. (ups..)
    kalo lagi jomblo, kita cari pacar lagi. he5. (ups.. lagi)
    kalo sayang & cinta sepaket ama benci & dendam lho….

    nah.. kalo merit ini yg susye.. byk pertimbangan.
    1. calonny bae eh kluarganya nyebelin
    2. kluargany welcome giliran co-nya aga2 KDRT
    3. calon & kluargany bae banget…. tapi ga tajir… ha5. (lagi-lagi ups..)

    bcanda…
    jgn dianggap serius

    btw.. kapan pulang pagi bareng lagi… hi5.

  2.   Melda Lamtiur said:

    ka… baca blog gw. gw dah buat tanggapan

  3.   firdaus said:

    hwwwaqzt!
    jd gak ngaruh dong status tadi?

    mo jomblo (10 taun) okeh, punya pacar (banyak, yg 5 tnyt dah kawin) monggo, merit (bubar-merit lg-bubar lg-trus merit lagi) jug mau. lho?! piye toh iki?

    but, thatz right betz! yg utama adl bertanggung jawab dengan semuanya itu. krn manusia diciptakan dgn jiwa sosial dan diberi akal unt berakhlak. bisa merasa malu sama diri sendiri dulu sebelum hendak mempermalukan
    orang lain. bisa bernalar tuk tidak memaksakan kehendak diluar kemampuannya n tetap berserah diri pada TUHAN
    tentunya (masih banyak yg lupa ituh).

    sayangi sesama dan cintai yg menurutmu patut dicintai.

    go jomblo’ers, then made a relations to married definitely (till death do u apart).. swit swiiiiittt…

  4.   haura paranisha said:

    menurut aq pa yg lo buat bgus kok.tapi klu bs ada tips to cara yang bs buat kita2 bs menikmati cinta sejatino

  5.   dizismylife said:

    Hi Haura,,
    Cinta sejati??
    Coba cek di bagian weblogs,,
    gw prnh tulis ttg CINTA SEJATI & BINTANG,,
    bkn tips sih,, hny sekedar tulisan :D

Leave a Reply