- wishes -
March 26, 2009
I have so many wishes that I even don’t know which one will be the priority.
I felt so excited, yet so despair.
I hope all my wishes will come true, at least one of it - the one that I have been long for ages.
I know everything happens for a reason.
I know You have Your own beautiful plans for me.
I know everything is beautiful in Your time.
….And I also know that right now, I am at my lowest level.
I guess, I have been away from You for a while, or even for a long time.
God, please strengthen me when the time is come.
I know I will fall to pieces if You are not around.
everybody has their own probs
February 16, 2009
I never know that a disaster can turn into something good,,
After we had a really fucklentine day *haha*, then suddenly it came out.
The truth of what happened in our lives. Came from the heart.
I never guessed that they will share their feelings to me, because we never had a serious conversation before. We used to have fun together,, not to share our feelings.
Then all the stories were spoken. And it’s quite hard for them. I know I can’t confronted their stories, so I just listened to it and responded when necessary.
Everybody has their own problems, they do. It just not everybody has an ability to handle it, to solve it, to have peace with it. If they can’t stand it, sometimes they do the crazy things.
I’m not going to be a wise person who tells them to do this and not to do that. Instead I was encouraging them to get on their own feet. Don’t fall apart because of the probs. Well, I believe everything happens for a reason, so with the probs that happen to us. Just fight until the end, then you will see the beauty of it and you will smile at it.
I’m not twaddling. I’m not! I’ve been in this position before. Seems like everything against me. I’m in the middle of nowhere. Stucks! There is no open door for me. I was surrounded by high walls. I was trying hard to survive, though it takes time, but finally I made it!
If I can, so DO YOU!!! ![]()
- memory of fUcKLenTInE day,, dedicated to B&K 160209 -
DAMN!
February 13, 2009
I just wanna scream, kick people’s ass, hit people’s face, aarrggh [which impossible for me to do *hehehe*]
I can’t handle it, it’s not my cup of tea anymore,
Time goes by so quickly, I don’t even realise it!
[Sighs],, hellooooo,, anybody can help me?
Pls take me out of this bloody mess!!!
It’s almost 4 years,, I can’t be here anymore,, I’m gonna be drowned..
HELP ME,, SAVE MY SOUL,,
I become a hypocrite,, half an angel, half a devil,,
turns out to be an asshole like others.. SUCKS!
Just LEAVE ME ALONE,, MIND YOUR OWN BUSINESS, will ya!!!!
It’s NOT ME!! I’M NOT LIKE YOU!! I’M DIFFERENT,, at least I’M TRYING TO BE A BETTER PERSON!!
Don’t tell me about those rubbish,, keep it for yourself!
I won’t listen it any longer, I have had it enough!
I have my own ‘mess’ and ‘rubbish’,, I’ll take care of it,, don’t worry,,
Just BACK OFF,,
I’m going to chase my dream again,, I won’t let you block my way!!!
- during d hectic of my thoughts, 130209 -
Sebaiknya Fokus pada Penyusunan KUHP (http://www.sinarharapan.co.id/berita/0810/13/opi01.html)
October 29, 2008
Maraknya peredaran dan penayangan media atau pertunjukan yang berbau pornografi atau pornoaksi, serta meningkatnya tindak kejahatan seksual, yakni pelecehan, perzinahan maupun pemerkosaan, baik terhadap anak-anak maupun orang dewasa, membuat resah berbagai pihak. Demikian pula halnya dengan pemerintah. Dengan alasan itulah, pada tahun 2005, atas desakan pemerintah, DPR RI pun mempunyai insiatif untuk membahas RUU mengenai Pornografi dan Pornoaksi, yakni RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi (RUU APP).
Penyusunan RUU APP ini dinilai membawa persoalan privat ke dalam ruang publik dan pemerintah pun dianggap mengurusi moralitas rakyat. Alhasil, RUU APP ini menimbulkan debat publik dan melahirkan sikap pro dan kontra dari berbagai kalangan. Polemik mengenai apa dan bagaimana batasan pornografi dan pornoaksi pun bermunculan, baik itu dari sisi kegenderan, politis, sosiologis, teologis, seni dan sebagainya. Dalam perjalanannya pun, RUU APP yang kini menjadi RUU Pornografi tetap menjadi kontroversi.
Dalam RUU APP, Bab I Ketentuan Umum, Bagian Pertama. Pengertian, Pasal 1, menyatakan bahwa, “Dalam Undang-undang ini yang dimaksudkan dengan : (1) Pornografi adalah substansi dalam media atau alat komunikasi yang dibuat untuk menyampaikan gagasan-gagasan yang mengeksploitasi seksual, kecabulan, dan/atau erotika; (2) Pornoaksi adalah perbuatan mengeksploitasi seksual, kecabulan, dan/atau erotika di muka umum”. Sementara dalam RUU Pornografi Bab I Ketentuan Umum, Pasal 1 (1) menyatakan bahwa, “Dalam Undang-undang ini yang dimaksud dengan : (1) Pornografi adalah materi seksualitas yang dibuat oleh manusia dalam bentuk gambar, sketsa, ilustrasi, foto, tulisan, suara, bunyi, gambar bergerak, animasi, kartun, syair, percakapan, gerak tubuh, atau bentuk pesan komunikasi lain melalui berbagai bentuk media komunikasi dan/atau pertunjukan di muka umum, yang dapat membangkitkan hasrat seksual dan/atau melanggar nilai-nilai kesusilaan dalam masyarakat”.
Perluasan Definisi
Secara harafiah, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, pornografi berarti: (1) penggambaran tingkah laku secara erotis dengan lukisan atau tulisan untuk membangkitkan nafsu birahi; (2) bahan bacaan yang dengan sengaja dan semata-mata dirancang untuk membangkitkan nafsu birahi dalam seks (KBBI, 1991: 782). Menurut Kamus Webster Online, ‘pornography’ merupakan kata benda, yang berarti creative activity (writing or pictures or films, etc) of no literary or artistic value other than to stimulate sexual desire.
Adapun arti bebasnya dalam bahasa Indonesia adalah kegiatan kreatif (tulisan atau gambar atau film, dan sebagainya) yang tidak memiliki nilai kesusasteraan atau artistik selain untuk merangsang hasrat seksual. Dengan demikian, definisi pornografi yang tercantum dalam RUU APP dan RUU Pornografi ini jelas telah mendapatkan perluasan. Batasan pornografi dan pornoaksi yang diberikan pun tidak terumuskan dengan tepat.
Apapun judul RUU yang dibuat oleh pemerintah tersebut, baik itu RUU APP dan RUU Pornografi, rumusan multitafsir yang terkandung di dalamnya dianggap berpotensi melahirkan kekerasan baru, dapat menempatkan korban menjadi pelaku, terutama pada korban perempuan dan anak, dapat melanggar kebebasan seseorang untuk mengekspresikan diri atau identitas diri dan membakukan standar kesusilaan berdasarkan pemahaman atau persepsi pribadi. Definisi yang tidak jelas tersebut dapat menyebabkan pasal-pasal yang tercantum menjadi pasal karet dan rancu.
Begitu juga halnya dengan unsur-unsur perbuatan pidananya yang tidak dirumuskan dengan jelas, sehingga hal ini dapat menyebabkan rentannya seseorang menjadi pelaku kriminal. Setiap orang, baik itu aparat keamanan maupun kelompok-kelompok tertentu, dapat menangkap siapapun berdasarkan interpretasi mereka, misalnya terhadap seseorang yang dianggap melakukan gerakan menyerupai hubungan seksual dan lainnya. Hal ini dapat menimbulkan lahirnya polisi-polisi moral yang akan mengawasi dan mengintervensi kehidupan privat seseorang.
Fokuskan pada Rancangan KUHP
RUU Pornografi ini pun berpeluang untuk menjadi payung hukum bagi peraturan-peraturan daerah yang diskriminatif, dimana membatasi akses dan kontrol perempuan terhadap tubuh, pikiran dan mobilitasnya (Pernyataan Sikap Masyarakat Sipil Tolak Pengesahan RUU Pornografi: 25 September 2008). RUU ini banyak mengandung potensi disintegrasi yang bertentangan dengan semangat keberagaman yang menjadi prinsip berbangsa dan bernegara, karena apabila terjadi disintegrasi, maka bisa memunculkan polemik nasional, khususnya menyangkut nilai-nilai sosial dan budaya, dimana nilai-nilai budaya yang diyakini oleh masyarakat berlainan di masing-masing wilayah.
Secara prinsip, substansi RUU Pornografi ini bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang telah dimiliki oleh Indonesia, antara lain UUD 1945 yang diamandemen, UU No. 7 Tahun 1984 tentang Ratifikasi Konvensi Penghapusan Diskriminasi terhadap Perempuan, UU No. 10 Tahun 1999 tentang HAM, UU No. 11 Tahun 2005 tentang Ratifikasi Kovenan Ekonomi, Sosial dan Budaya dan UU No. 12 Tahun 2005 tentang Ratifikasi Kovenan Sipil dan Politik.
Penyusunan RUU ini pun melanggar asas-asas penyusunan peraturan perundang-undangan sebagaimana yang diamanatkan dalam UU No. 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan, dimana berisi tentang materi muatan peraturan perundang-undangan yang mengandung asas-asas, antara lain kebangsaan, kenusantaraan, bhinneka tunggal ika, keadilan, kesamaan kedudukan dalam hukum dan pemerintahan, ketertiban dan kepastian hukum; dan/atau keseimbangan, keserasian, dan keselarasan.
Di tengah kehidupan bangsa dan negara yang sedang sulit, penyusunan RUU Pornografi yang multitafsir ini tidaklah pada waktu yang tepat. Pada dasarnya, Indonesia sudah memiliki sejumlah peraturan perundang-undangan yang memuat tentang pornografi, antara lain KUHP, UU No. 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran, UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, UU No. 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang, dan UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Pemerintah sebaiknya lebih memfokuskan pada penyusunan Rancangan KUHP, sehingga dapat menjadi payung umum bagi setiap produk hukum lainnya dan mengoptimalkan pelaksanaan peraturan perundang-undangan yang telah ada.
Refleksi
August 20, 2007
4 tahun meniti kehidupan kembali di ibukota
Waktu berlalu begitu cepat.
Hampir 4 tahun aku kembali menginjakkan kakiku di ibukota.
Kota yang padat, macet, penuh polusi.
Segala sesuatu berjalan begitu cepat.
Tidak ada waktu untuk berhenti sejenak, walaupun hanya sekedar untuk menghela napas.
Bahkan untuk menoleh sekalipun.
Dulu, aku sempat terhenyak.
Sulit untuk menerima perbedaan ini.
Aku rasa, aku sudah terbiasa dengan hidup yang tenang.
Dimana waktu berjalan apa adanya.
Memberiku kesempatan untuk menikmati ciptaan Tuhan.
Menghargai apa yang telah diberikan olehNya untukku.
Ya, sesungguhnya, kesenanganku ada pada alam.
Langit dengan matahari yang bersinar terang.
Awan yang berarak.
Bulan yang menyapa di kala malam tiba, dan ditemani dengan kerlap-kerlip bintang.
Hamparan sawah yang berbaris rapi.
Pantai dengan pasirnya yang putih dan ombak yang bergulung mendekat.
Masih lekat di benakku betapa aku menyukai saat sore hari tiba.
Duduk di tepi pantai.
Melihat keindahan terbenamnya matahari di ufuk barat.
Perpaduan warna yang indah.
Selain itu, kesukaanku juga ada pada anak-anak. Murid-muridku.
Mendengar ocehan mereka.
Pertanyaan-pertanyaan polos.
Antusiasme mereka dalam belajar.
Suara mereka memanggilku,”Kak” atau bahkan “Miss”.
Hm, betapa aku merindukan semua itu!
Bahkan aku seringkali bepergian seorang diri, hanya untuk menikmati hariku.
Walaupun itu hanya duduk di pinggir jalan dan berbincang-bincang dengan orang yang tidak aku kenal.
Aku pun bisa langsung menggoreskan penaku, entah itu untuk menulis atau membuat sebuah gambar.
Memang tidak sempurna, tapi setidaknya aku bisa mencurahkan apa isi hatiku.
Aku menghargai setiap momen yang kualami.
Tapi itu semua ada di masa laluku.
Kenangan yang tak mungkin akan kulupakan.
Saat aku belajar untuk menghargai apa yang kumiliki.
Menuju pendewasaan diri.
Bukannya aku tidak menghargai apa yang kumiliki sekarang.
Tapi semua berbeda.
Walaupun tertatih-tatih, aku berusaha untuk menikmati semua ini.
Mengikuti langgam hidup di ibukota yang berwarna-warni.
Bercengkerama dengan teman di café, walaupun hanya sekedar untuk minum secangkir susu coklat.
Menjejakkan kaki dari satu mal ke mal lainnya.
Berwisata kuliner.
Dan menatap tontonan layar lebar.
Beda memang.
Bahkan kadangkala semua itu tidak bisa menghilangkan rasa hampa di dada.
Tetap ada yang kosong di dalam.
Dan aku rasa aku membutuhkan waktu untuk menemukan keindahan di dalamnya.
Aku harus menemukannya!
2 tahun mencoba untuk memahami idealisme diri
Jika aku ingat saat aku baru lulus kuliah, aku tahu aku memiliki satu idealisme.
Walaupun aku juga tidak tahu apakah ia layak disebut idealisme atau tidak.
Yang aku tahu adalah aku memiliki satu tujuan, satu pemikiran, satu impian.
Tidak peduli dengan perkataan orang, pemikiran orang.
Aku harus mewujudkannya.
Aku harus meraihnya.
Ternyata, alam semesta berpihak kepadaku.
Ia membantuku untuk mewujudkannya.
Aku mulai memasuki dunia yang akan membawaku menuju tujuanku.
Senang, itulah yang kurasakan.
Dengan semangat, aku melakukan yang terbaik bagi dunia baruku ini.
Semua demi terwujudnya idealisme diri.
Sayangnya, aku mulai terusik dengan ‘tikus pengganggu’.
Mengapa harus ada tikus pengganggu? Sebal.
Sangat menggangguku dalam mewujudkan idealisme diri ini.
Aku mencoba untuk tetap bertahan pada idealisme diriku.
Tapi aku tidak bisa mentolerir ‘tikus pengganggu’ itu!
‘Tikus pengganggu’ itu mengagung-agungkan idealisme diri mereka, padahal itu semua BOHONG!!
Yang mereka inginkan hanyalah untuk mengeruk keuntungan semata.
Sungguh ironis memang. Mereka bertopeng!
Tapi beginilah kenyataannya.
Aku pun mulai mengalami krisis eksistensi diri.
Tidak tahu lagi apa yang harus kulakukan.
Aku mulai tenggelam di dalam kebisuanku.
Sementara yang disukai adalah orang-orang yang bisa berkoar-koar.
Walaupun mereka hanyalah sekedar ‘tong kosong yang nyaring bunyinya’.
Aku berusaha untuk bangkit, mencoba melawan semua itu.
Tapi sulit. Aku tidak bisa. Sepertinya semua sudah terkondisikan.
Entah apa yang membuatku begini. Aneh.
Aku rasa, untuk saat ini aku hanya akan duduk manis.
Menunggu keajaiban datang menghampiri.
- 200807, 1.30 am -
Cinta sejati dan bintang
August 20, 2007
-sebuah cerita hari libur (010607) untuk YUS-
Tadi pagi, seorang teman mengirimkan pesan. Awalnya, dia hanya menanyakan kabar, tapi di ujungnya sebuah pertanyaan terlontar, “Apa sih artinya cinta sejati?”
Sontak saja, gw kaget. Hihihi. Seperti mimpi rasanya. Baru bangun dari tidur, nyalain hp, n mendapat sms seperti itu. *tough question, bo’*
Seandainya saja yang mengirim itu ‘seseorang’ yang gw suka, pasti gw pun akan menjawab bahwa cinta sejati itu seperti cinta gw padanya. Hahaha. Gombal euy.
Unfortunately, yang mengirim pesan itu hanyalah seorang teman. Teman yang beberapa lalu pernah dekat dengan gw dan yang mungkin saja bisa menjadi lebih dari sekedar teman *masa sih :p*
Ibarat mimpi juga, gw pun menjawabnya.
Bahwa cinta sejati itu adalah cinta tanpa syarat.
Bahwa seseorang yang memiliki cinta sejati akan melakukan yang terbaik untuk orang lain tanpa pamrih.
Bahwa dia akan mencintai orang lain dengan tulus, tanpa melihat keberadaan orang itu, apakah dia kaya, cakep, dan lain-lain.
Bahwa jika seseorang memiliki cinta sejati maka ia akan menerima orang lain apa adanya dan berani menghadapi resiko atas pilihan cintanya itu.
Hm, benar ga sih? Jujur. Gw pribadi juga ga tahu apakah itu benar.
Kalimat-kalimat itulah yang tiba-tiba terlintas di pikiran.
Padahal, gw sendiri masih mencari arti dari ‘cinta’ itu. Hi3. Sok tau ya :p
Weks. Pertanyaan tentang ‘cinta sejati’ ini mengingatkan gw tentang ‘bintang’. Sebuah kiasan kata yang sering gw gunakan untuk menggambarkan ‘sosok seseorang yang gw damba’. *masih inget ma cerita tentang ‘Bintang dan Dunia’ kan, Yus? Hi3*
Apakah ‘bintang’ merupakan ‘cinta’ yang gw cari? Gw ga tahu.
Gw mengenal ‘bintang’ sudah lama. Sempat terpisah, kemudian bertemu lagi.
Awalnya, perasaan gw biasa saja. Hingga akhirnya gw merasakan suatu ‘perasaan aneh’ terhadap dirinya.
I dunno. Feels like I have butterfly in my stomach whenever I meet him. I guess I like him. *I am!!!!! :p*
Gw berharap ia merupakan ‘cinta’ yang selama ini gw cari. Mungkin yang terakhir *ngarep boleh kan? Hi3.*
Tapi lama kelamaan, sepertinya harapan gw hanyalah harapan belaka. Ia tampak jauh. Entah kenapa, semakin lama hubungan kami menjadi kaku.
Mungkin ia ga menyukai gw sebagaimana gw menyukainya. Gw hanyalah seorang teman bagi dirinya. *hiks, kasian deh gw*
Sejujurnya, gw takut kehilangan ‘bintang’.
Apakah ‘bintang-gw’ akan seperti bintang di langit? Yang hanya bisa gw kagumi dari jauh?
Jika memang harus begini, though it hurts, I will accept it. *hibur gw dong, Yus!! ;)*
Tapi gw pengen berteman dengan ‘bintang’ kembali, gw ga ingin hubungan gw dan dia semakin kaku. Gw kudu ngapain dong? Anybody can help me? Hi3 *u are going to help me, rite, Yus? :p*
Battle inside
August 20, 2007
I have a battle inside of me.
A battle!
Between what is good and what is bad.
Goodness or badness.
Which one is right or which one is wrong.
Should I do this or should I do that.
Shouldn’t I do this or shouldn’t I do that.
Go straight or turn.
Gee, I got mix up with everything.
Seems like everything against me, against what I hold on to.
Thing doesn’t like it used to be.
And I started to enjoy it.
I enjoyed for being the opposite of the-old-me.
I became someone that I don’t even recognize.
I couldn’t find me anymore.
I am a stranger for myself.
It drags me away from the-real-me.
Then, I found no joy in it.
Feels I got lost.
Don’t know which way to go.
I have to find the-old-me again.
I know it was scattered everywhere.
I have to collect it, piece by piece.
- 2 years in crisis, 200807, 1 am -
Sayang?Cinta?Jomblo?Pacaran?Merit? *just a thought*
April 17, 2007
Hmm, ternyata topik yang ini ga bosen2nya dibahas. Malah semakin lama semakin menarik untuk dibahas.
Kelihatannya sih ‘sayang, cinta, jomblo, pacaran ataupun merit’ itu simple, sederhana,, tapi ternyata ga juga! Ga semudah mengucapkannya, malah kl gw boleh bilang,, it’s so complicated, karena banyak hal yang akhirnya ikutan berkelindan di dalamnya.
Sayang atau cinta..
Menurut KBBI [Kamus Besar Bahasa Indonesia], ‘sayang’ berarti cinta (kpd), dan ‘cinta’ berarti sayang benar. Wah, ternyata arti ‘sayang’ dan ‘cinta’ itu beti! BEDA TIPIS *hehe* Pada intinya sih sama, tapi kl dilihat dr tingkatannya, ‘cinta’ itu di atas ‘sayang’. Hm, jd ngerti gw ![]()
Well, dua perasaan ini begitu mudah untuk timbul dan hilang, tergantung dari kadarnya. Apakah benar memang sayang/cinta atau itu hanya sekedar rasa yang timbul di kala rasa sepi mendera? *numb*
Panggilan ‘sayang/cinta’ pun begitu mudah diucapkan, sampai akhirnya gw merasa panggilan tersebut sudah tidak ada artinya lagi… meaningless,, hanya sekedar kata-kata
Namun, entah mengapa,, walaupun rasa sayang/cinta ini dengan begitu mudahnya dapat timbul, namun ia tidak diiringi dengan kemudahan untuk mengungkapkan. Setidaknya untuk beberapa orang *sapa ya salah satunya?? ‘’)*
Banyak orang bilang bahwa jika kamu menyukai seseorang, ya kamu harus mengatakannya, who knows that other person likes u too*wink wink* Sbnrnya sih, daripada penasaran.. ya bilang aja,,, syukur2 dia memiliki perasaan yang sama,, ya kalo tdk plg ditolak! Hahaha. Easy to say, tp utk dilakuin, wih BERAT bo’!
Kadang kala rasa sayang atau cinta ini pun tidak mengenal logika. Mungkin inilah alasan mengapa ada pepatah “cinta yang terlarang” atau “cinta buta”. Bisa timbul kapan saja, dimana saja dan untuk siapa saja. Tidak peduli siapa dia atau seorang apa dia. Bahkan kadang rela untuk melakukan atau memberikan apa saja. Kalau udh begini, biasanya urusannya jd GAWAT! *sigh*
Kadang kita juga susah untuk beranjak dari cinta di masa lalu. Entah mengapa. Apakah karena terperangkap dalam kenangan masa lalu? Begitu dalamnya kah cinta itu? Atau sudah begitu jauhkah perjalanan cinta itu? Apakah sudah tidak ada yang lain? Atau mungkin saja timbul rasa tidak berani untuk mencoba dengan yang lain? Seperti tidak percaya diri? Hm, tidak tahu.
Jomblo,,
Bagaimana dengan kata yang satu ini? Sebuah label yang diberikan bagi seseorang yang sedang tidak berhubungan dengan orang lain.
Banyak orang takut untuk mendapatkan label yang satu ini. Mungkin takut dibilang tidak laku, yang akhirnya mengarah kepada fisik. Aih, cape deh!
Padahal bagi sebagian orang, menjadi JOMBLOer bukan berarti ‘the end of the world’. Banyak hal yang ada pada diri sendiri yang bisa dikembangkan,, dimaksimalkan.
Bisa berteman dengan siapa saja, pergi kemana saja. Dan terutama, MENJADI DIRI SENDIRI!
Pacaran,,
Dengan kata lain mempunyai pacar. Hm, asik. Punya seseorang yang diharapkan untuk senantiasa berada di sisi. Tempat curhat. Kl Tommy Page bilang sih, “a shoulder to cry on” *so sweet :D*
Banyak orang pun berlomba-lomba untuk segera mendapatkan pasangan. Salah satu alasannya sih supaya tidak menjadi bagian dari JOMBLOers. Dengan mudahnya menjalin hubungan, kemudian dengan mudahnya juga memutuskan hubungan itu. Akhirnya hubungan itu pun tidak bermakna. Hanya sebagai status dan mungkin ajang utk memecahkan rekor ‘sapa yang memiliki pacar terbanyak’! *hihi*
Merit,,
Ada orang yang memilih untuk menikah. Ada juga yang memilih untuk tidak menikah. Setiap orang memiliki alasan masing-masing. Apapun alasannya harus dihargai.
Gw kagum dengan orang2 yang memutuskan untuk merit, karena menurut gw, merit itu membutuhkan suatu keberanian yang luar biasa. Persiapan mental yang kuat.
Bukan sekedar pemikiran bahwa laki-laki dan perempuan akan bersatu dalam suatu mahligai perkawinan. Tidak segampang itu.
Dasar keputusan untuk merit pun harus kuat. Bukan karena sedang patah hati, tuntutan keluarga untuk segera menikah, jam biologis yang terus berdetak, emosi sesaat, apalagi takut dicap ‘perjaka atau perawan tua’.
Merit butuh lebih dari itu. Bukan hanya cinta semata, karena pada akhirnya membutuhkan juga yang lain. Kompromi. Tidak ada ego. Penguasaan diri.
—-
Yang jelas, status apapun yang sedang kita miliki saat ini, kita harus menikmatinya. Setiap status mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing.
Saat kita jomblo, memang kita tidak bisa menikmati saat-saat sedang berpacaran. Begitu juga sebaliknya, saat kita berpacaran, ada saat-saat jomblo yang tidak bisa kita nikmati. Bahkan saat merit, mungkin kita merindukan saat-saat sedang sendiri. Hihi. Memang, manusia banyak tidak puasnya.
Perasaan sayang/cinta itu pun tidak bisa dipaksakan. Mo seberapa banyak seseorang dikenalkan ke orang lain, atau dijodohin, tapi kl memang tidak ada rasa, ya tidak akan bisa. Sebagaimana yang diucapkan oleh seseorang ke gw *ayo sapa?? :D*
Tapi kl tiba2 dia kenal ato ngeliat seseorang n berkata kepada dirinya sendiri [& Tuhan] bahwa dia akan menghabiskan hidupnya bersama dengan perempuan itu,, jangan heran!
Hehe. That’s right! Karena yang merasakan itu adalah diri kita sendiri, jadi yang tahu siapa yang tepat untuk diri kita, ya KITA SENDIRI! *gw setuju!! :D*
Gw berdiskusi dengan seseorang tentang menjalani hubungan serius. Bagi gw, sebuah hubungan serius baru bisa dijalani apabila masing-masing pihak sudah mengenal dirinya masing-masing. Bukan sekedar menjalani apa yang di depan mata. Tapi itu semua tergantung sama tujuannya sih. Kalau memang tujuannya serius untuk saat tertentu ya mungkin saja. Tapi kl untuk sampai akhir,, it needs more than that! *nah lo,, apa tanggapan elo skrg? :p*
Sudahlah. Biarkan masing-masing orang berkembang dengan pemikiran dan pilihannya masing-masing. Tapi jangan lupa untuk bertanggung jawab dengan semuanya itu
- lettera amorosa -
March 26, 2007
Alfred de Musset
(…)
Je suis perdu, vois-tu
Je suis noyé,
Inondé d’amour ;
Je ne sais plus si je vis,
Si je mange,
Si je respire,
Si je parle,
Je sais que je t’aime..
lagi belajar ^^
January 25, 2007
Pour toi !
J’ai regardé le film “Never Been Kissed”. Au télévision. C’était intéressant! J’ai adoré le film. C’est la première pour moi. Au le film, elle a parle de ‘aimer’ à sa ami. If j’ai un courage, je voudrais parler aussi. Mais je n’ai pas un courage. [Je voudrais suivre Drew Barrymore *le actrice*]
Je voudrais dire… Merci pour la conversation à ton voiture. Je ne pense pas. Momentané, je t’aime toi.
Mais, après…. NON ! Puisque, tu envisage moi comme ton soeur.
C’est vrai. Donc, je comprends.
J’espère.. Tu es chanceux